Menjadi Buronan Selama 17 Tahun, Maria Pauline Lumowa Berhasil di Ekstradisi Dari Serbia

  • Whatsapp

ALREINAMEDIA.COM,TANGGERANG-Maria Pauline Lumowa telah berhasil dibawa pulang ke Indonesia setelah ditangkap di Bandara Internasional Nikola Tesla pada, 16 Juli 2019 yang lalu berdasarkan Red Notice Interpol.

Maria tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta diperkirakan pada pukul 10.45 WIB kemudian langsung diserahkan kepada Bareskim Polri guna menjalani prosedur hukum yang ada.

Read More

Menkumham Yasonna Laoly mengatakan, bahwa Maria Pauline Lumowa sebelumnya sempat melakukan upaya melarikandiri ke Negara Singapura dan kemudian ke Belanda.

“Setelah sebelumnya sempat melarikan diri ke Singapura lalu ke Belanda. Kita juga telah melakukan upaya-upaya agar yang bersangkutan diekstradisi. Namun Pemerintah Belanda menolak, karena Kita belum mempunyai perjanjian ekstradisi sebelumnya”ujar Yasonna Laoly, Menteri Hukum dan HAM RI.

Proses penangkapan yang berliku dan memakan waktu lama dikarenakan Maria telah menjadi Warga Negara Belanda sejak tahun 1979, sehingga upaya-upaya hukum bukan hanya dari pihak pemerintah Indonesia saja yang melakukannya, bahkan Maria sendiri melalui pengacaranya melakukan upaya hukum agar dirinya tidak diekstradisi dari Belanda.

Diketahui bahwa Maria merupakan salah satu tersangka atas dugaan kasus pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit. Saat itu, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai US$136 juta dan 56 juta euro atau setara Rp1,7 triliun kepada PT Gramarindo Group, perusahaan milik Maria. Sedangkan tersangka lainnya sudah ditahan dan menjalani hukuman lebih dulu.

Yasonna melanjutkan, Setelah mendapatkan berita penangkapan Maria dari Pemerintah Serbia, Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan HAM RI (Dirjen AHU Kemenhukam) langsung mengirimkan surat kepada Pemerintah Serbia guna mempercepat proses ektradisi.

“Setelah Kami mendapat berita penangkapan Maria dari Pemerintah Serbia, Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan HAM RI (Dirjen AHU Kemenhukam) langsung mengirimkan surat kepada Pemerintah Serbia guna mempercepat proses ektradisi,”lanjutnya.

Ia juga bersyukur, Berkat hubungan baik yang terjalin antara Pemerintah Serbia dengan Pemerintah Indonesia, proses pemulangan Maria dapat berjalan lancar. Karena jika sampai tanggal 17 Juli 2020 mendatang Maria belum berada di tangan pemerintah Indonesia, maka yang bersangkutan dapat dibebaskan demi hukum.

“Saya berterima kasih karena keberhasilan ini didapat berkat kerja sama antara lembaga, antara lain Mahfud Md sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko polhukam), Dirjen AHU Kemenhukam, Kedutaan Besar Indonesia di Serbia, Kejaksaan RI, dan Bareskim Polri serta Garuda Indonesia yang memfasilitasi penjemputan Maria dari Serbia,”tutupnya.

 

Repoter : Yolanda Eka Safitri

Editor : Bagus Alfianto Rajib

#MenkumhamRI

Related posts